Senin, 24 Januari 2011

EGC II

Gimana part satu ? haha . seru gak ?
Ini dia part dua nya .

^hope you’ll like this^

LETS READ !

HAPPY READING READERS !



________________________ EVERYTHING GONNA CHANGES PART II____________________



“lo mau gak jadi pacar gue ?”ucap enda to the poin tanpa ada keraguan dalam nada bicaranya .

Tati tertegun . tak disangkanya enda akan berkata seperti itu . tapi ia tak bisa membohongi perasaannya bahwa ia juga mencintai enda . namun ia membuang jauh-jauh perasaannya karena sahabatnya , fani juga menyukai enda . tapi kenapa ? kenapa disaat ia memutuskan untuk menjauh , enda malah mendekatinya bahkan menyatakan cinta padanya ?


“ma maaf enda , g gue gak bisa ..”
“gak bisa nolak gue maksud lo kan ?”
“enggak . gue beneran gak bisa nerima lo .. maaf” tati beranjak dari tempat duduknya ,menjauh . dari sudut matanya tertahan sebutir airmata , ia sepertinya menangis . tidak ,bukan sepertinya , tapi ia memang menangis . enda ingin mengejar tati , namun ia urungkan niatnya .
‘gak ti . gak gini akhirnya . ada yang gak beres dengan lo , entah apa . gue bakal tetap perjuangkan cinta gue ke elo ti . demi elo ..’batin enda .



+++++



Winda kembali merenungi apa yang terjadi pada dirinya , pada kenyataan ini . namun sepertinya kehadiran luthfi membuatnya sedikit melupakan masalah itu . kini luthfi yang mengusik pikiran winda .


Drrt .. drrt ..
Getaran handphone yang terletak dimeja belajarnya membuyarkan lamunan winda . segera ia raih handphone itu , sederet nomor tak dikenal menelfonnya . keypad berbentuk telfon berwarna hijau yang akhirnya menjadi pilihan winda .


_on the phone on_

“halo “
“halo , em , hei , ini bener nomor winda ?” suara seorang cowok yang menyahut diseberang sana .
“iya , ini siapa ya ?”
“luthfi . masih inget kan ? jangan bilang lo udah amnesia ..” kembali winda tertawa karena perkataan luthfi .entah mengapa , padahal guyonan luthfi barusan lebih terkesan ‘garing’ .
“haha , ya inget dong . kenapa nih nelfon ?”
“gak .. gue kangen aja sama lo “

Diam 1detik
2detik
3detik

“haha . becanda terus nih . ada perlu apa nelfon gue ?”
“loh kok becanda . serius ..gue kangen sama lo . gak boleh ya ?”

Winda tak menyangka luthfi akan berkata seperti itu . hatinya senang ketika luthfi berkata demikian . namun segera ia buang jauh-jauh perasaan itu karena suatu hal . winda pun segera mencari alasan untuk mengakhiri pembicaraan ini .

“eh , udah dulu ya . udah malem .gue ngantuk”

Teeeet

_on the phone off_


Telfon terputus . ‘ya tuhan jangan biarkan persaan ini terlalu jauh ..’ batin winda . karena hari juga sudah malam , akhirnya winda memutuskan untuk tidur .



+++++



“winda kenapa sih ? kok telfon gue dimatiin gitu aja ..”gerutu luthfi . “gue kan beneran kangen sama dia “lanjutnya . adiknya yang berumur tak terlalu jauh dengannya terpaut sekitar satu tahun , aflahal , yang mendengar itu langsung berkomentar , “sabar kak . cewek emang susah dimengerti ..”ujarnya .
“emang nya gitu ya ?”Tanya luthfi . aflahal menangguk mantap . luthfi tak melanjutkan pertanyaannya , karena sibuk memikirkan kenapa , kenapa , dan kenapa winda memutuskan telfonnya secara tiba-tiba . dan akhirnya pun luthfi juga terlelap dalam tidurnya .



+++++

*Pagi hari di sekolah*


“winda , gue mau cerita sama lo ..” enda menghampiri winda dengan langkah lemah . masih terfikir olehnya kejadian kemarin . winda menoleh , tersenyum sebentar , “cerita aja . gue juga mau cerita sama lo ..”sahut winda .
Mereka akhirnya saling bertukar cerita . enda bercerita tentang tati , dan winda bercerita tentang luthfi . mereka saling mendengar .



+++



Tati berjalan menuju kelas dengan menunduk . tadi malam ia tak bisa tidur karena gelisah memikirkan tentang enda . tak sadar ia menabrak seseorang dihadapannya .


“tati , lo kenapa ? mata lo sembab banget . lo gak tidur ?”ujar orang itu .
“gue gak papa fani , gue emang kurang tidur . belajar buat ulangan MTK ntar ,, hhe “ tati berbohong . tak mungkin untuknya bercerita bahwa enda menyatakan cinta padanya kemarin . ia tak ingin merusak persahabatan yang telah terjalin lama dengan fani hanya karena cowok .


“oh , gue kira lo kenapa-kenapa .. eh , tau gak sih tadi si enda datang kayaknya lemes banget gitu . kenapa ya ..” fani berkata panjang lebar tanpa memikirkan lebih lanjut tentang keadaan tati . DEG . tati tau kenapa enda begitu , tapi ya lagi-lagi tak mungkin ia bercerita kepada sohibnya itu . segera ia mengalihkan pembicaraan “e , eh , gue pengen pipis nih . ntar dulu ya ..” tati menjauh dari fani . fani yang heran melihat sikap tati yang aneh hanya bisa mengangkat bahu .



+++++


*seminggu kemudian ,sore hari*


Luthfi melajukan motornya pada sebuah rumah sakit . ia ingin memeriksakan dirinya yang akhir-akhir ini sering merasa sakit yang teramat dikepalanya . dan tak jarang darah mangalir dari hidung ataupun mulutnya . sebenarnya ia telah diperiksa , namun bundanya tak memberitaukan hasil pemeriksaan itu . ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan ini .


Setelah sampai , ia memarkir motor nya dan memasuki rumah sakit itu . bertanya kepada suster yang berjaga dimana keberadaan dokter wira , dokter yang sempat memeriksanya waktu itu . suster itu menunjuk sebuah ruangan tempat dokter wira berada . dengan segera luthfi menuju ruangan itu .

“tok tok tok” luthfi mengetuk pintu ruangan . dari jendela terlihat dokter wira sedang membolak-balik kertas yang ada dimejanya . mungkin berkas pasien .
“masuk ..”seru dokter wira dari dalam .
“oh , adik yang saya periksa beberapa hari yang lalu kan ?” dokter wira bertanya pada luthfi . luthfi mengangguk ,lalu berkata , “em , boleh saya duduk dok ? pegel berdiri terus” dasar luthfi , orang tua saja diajak bercanda seperti itu . “oh , iya , silahkan ..” jawab dokter wira seraya tertawa kecil .


“jadi , ada keluhan apa lagi ?” Tanya dokter wira .
“gak dok . saya Cuma mau nanya , sebenarnya penyakit saya itu apa ?”
“loh ? orang tuamu tidak memberitau ?” luthfi menggeleng . dokter wira lalu menarik nafas panjang .
“ya , wajar saja sih jika orang tuamu tidak memberitau ..”
“maksud dokter apa ? sebenarnya saya sakit apa dok ?”
“adik siap mendengar ini ?”Tanya dokter wira . ia ragu memberitaukan ini pada luthfi . takutnya luthfi akan frustasi mendengar ini . luthfi menarik nafas , berfikir sejenak apakah ia siap mendengar ini atau tidak . tapi bukan luthfi kalau ia tidak siap mendengar suatu kenyataan pahit .
“saya siap dok !”ujar luthfi mantap .
“baiklah …”



+++++



Winda duduk melamun ditaman . ia bergumam tak jelas .
“hidup gue gak lama lagi . kenapa sih gue harus mengidap penyakit sialan ini . kenapa ..” ucapnya lirih .
“lo gak boleh ngomong gitu ..” seorang cewek yang tak dikenal mendekati winda dan duduk disebelahnya . winda tercengang melihat cewek itu .
“siapa lo ?”
“ahh ya , kita belum kenalan . gue orang baru disini . nama gue ..”




________________________________END OF PART II________________________________






Finish ! lanjut ke part III .. :D

*tati-enda-fani ?
*luthfi sama winda gimana nih ?
*luthfi sakit apa ?
*siapa tuh cewek ?

Ohayooo , tebak tebak !

Dadahh , see yaa ..

_read , like , and comment ! you must do it !_

Wassalam ,




.sucisusilawati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar